"Selamat datang! Temukan solusi terbaik untuk kebutuhan Anda Jelajahi, pilih, dan rasakan perbedaannya. Kami hadir untuk memberikan yang terbaik bagi Anda."
WhatsApp Icon Chat WhatsApp

 

diposkan pada : 29-01-2025 15:06:44

Bika Ambon - Kue Manis Khas Medan yang Memikat Selera

Cari tahu tentang Bika Ambon, kue tradisional Medan yang terkenal dengan jaring-jaring di dalamnya. Jelajahi sejarah, varian rasa, dan alasan mengapa kue ini menjadi favorit di Medan dan sekitarnya.

Baca juga: Supplier Kanopi Buka Tutup Termurah Inovatif Dan Multifungsi Di Balikpapan

Atap Buka Tutup Loveraapa itu Atap Buka Tutup Lovera? Atap buka tutup Lovera adalah atap yang dapat diatur buka tutupnya sesuai keinginan .Kanopi ini dibuat

 

Bika Ambon adalah kue khas Medan, Sumatera Utara, yang dikenal dengan tekstur kenyal dan cita rasa manis yang menggoda. Terbuat dari bahan utama seperti tepung tapioka, telur, santan, dan gula, kue ini memiliki ciri khas jaring-jaring di bagian dalamnya. Tidak hanya populer di Medan, Bika Ambon telah menjadi oleh-oleh yang dicari oleh banyak wisatawan yang mengunjungi kota ini.

 

Asal-usul Bika Ambon

Asal-usul Bika Ambon sendiri masih penuh dengan teka-teki. Salah satu versi menyebutkan bahwa Bika Ambon merupakan modifikasi dari kue tradisional Melayu bernama Bingka, yang mengalami perubahan dengan tambahan bahan pengembang dari tuak enau untuk menciptakan rongga di dalam kue. Nama "Ambon" dipercaya berasal dari sebuah daerah di Medan, tepatnya di simpang Jalan Ambon-Sei Kera, tempat pertama kali kue ini dijual.

Sementara itu, versi lain mengatakan bahwa nama "Ambon" berasal dari istilah "Amplas Kebon," yang merujuk pada suatu daerah di Medan. Di masa penjajahan Belanda, Bika Ambon menjadi populer di kalangan masyarakat Belanda dan Tionghoa. Dalam perkembangannya, kue ini semakin digemari oleh berbagai kalangan hingga akhirnya menjadi salah satu oleh-oleh legendaris Medan.

 

Proses Pembuatan Bika Ambon

Bika Ambon memiliki proses pembuatan yang cukup panjang dan teliti. Kue ini dimasak selama 12 jam agar mencapai kelembutan dan kelezatan yang khas. Dengan menggunakan bahan-bahan seperti tepung sagu, santan, dan telur, serta diberi rasa pandan, cokelat, atau keju, Bika Ambon memiliki tekstur kenyal dengan rongga di bagian dalam yang membuatnya semakin menarik. Setelah matang, kue ini akan bertahan hingga empat hari, meskipun teksturnya mulai mengeras setelah beberapa hari.

 

Variasi Rasa dan Kepopulerannya

Bika Ambon tidak hanya hadir dalam rasa pandan yang khas, tetapi juga tersedia dalam varian rasa lain seperti cokelat dan keju. Masing-masing toko yang menjual Bika Ambon memiliki resep uniknya, meskipun tetap mempertahankan ciri khas yang sama, yaitu tekstur kenyal dan rasa manis yang lezat. Di Medan, kawasan Jalan Mojopahit di Medan Petisah dikenal sebagai pusat penjualan Bika Ambon, di mana lebih dari 30 toko menjual kue ini dengan penjualan yang bisa mencapai lebih dari 1.000 bungkus per hari menjelang hari raya.

 

Bika Ambon sebagai Oleh-oleh Khas Medan

Bika Ambon menjadi oleh-oleh yang sangat dicari oleh wisatawan yang mengunjungi Medan. Dengan rasanya yang unik dan tekstur yang khas, Bika Ambon banyak dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman. Keberadaannya yang hampir di setiap sudut kota Medan, terutama di toko-toko di sekitar Jalan Mojopahit, menjadikannya mudah ditemukan. Kue ini telah menjadi simbol kuliner kota Medan yang tak boleh dilewatkan begitu saja.

 

Bika Ambon bukan hanya sekadar kue, tetapi juga bagian dari warisan kuliner yang melambangkan keberagaman budaya dan tradisi kota Medan. Kelezatan dan keunikan Bika Ambon membuatnya menjadi favorit banyak orang, baik warga Medan maupun wisatawan yang datang ke kota ini. Sebagai oleh-oleh, Bika Ambon terus melambung popularitasnya, menjadikannya salah satu ikon kuliner yang tak terlupakan.